Cara Merawat Burung Murai Yang Sakit

Cara Merawat Burung Murai yang Sakit-cara gampang merawat burung murai yang sedang sakit-Memiliki burung Murai Batu bagi pecinta burung kicau ialah suatu pujian tersendiri. Hal itu alasannya ialah burung ini kalau di kembang biakkan dan cara merawat burung murai nya sudah benar sanggup menghasilkan pundi-pundi laba bagi pemiliknya. Tentu saja burung ini juga sanggup menghibur dengan kicauannya yang merdu. Namun, pujian dalam memelihara burung Murai Batu, sanggup sirna seketika ketika burung peliharaan anda jatuh sakit. Burung yang sakit juga cukup sulit untuk dideteksi keberadaannya. Namun bukan berarti tidak bisa, Anda tetap sanggup mengetahui melalui gejala fisik burung tersebut.

 

Beberapa gejala burung Murai Batu sedang sakit dan dan cara merawat burung murai sanggup anda simak dibawah ini. 
1. Mata keluar cairan 
Penyakit burung Murai Batu sanggup berupa keluarnya cairan sekret atau cairan yang berbentuk ibarat infeksi dan berbau dari matanya. Jika itu terjadi maka sanggup dipastikan bahwa mata burung peliharaan anda sedang terkena infeksi. Infeksi tersebut umumnya disebut dengan nama mata belekan. Cara merawat burung murai yang sakit mata cukup gampang yaitu dengan cara membersihkan kotoran tersebut memakai kapas yang sudah dicelup air hangat. Anda juga sanggup memperlihatkan sedikit obat tetes mata untuk mempercepat proses penyembuhan nya. 
2. Nafsu makan berkurang 
Bukan hanya insan saja yang sanggup kehilangan nafsu makan, berkurangnya nafsu makan juga sanggup terjadi pada Murai Batu. Hal itu umumnya terjadi ketika peliharaan anda keracunan pakan atau minuman. Hal itu sanggup alasannya ialah pakan yang diberikan sudah kedaluarsa atau sudah terkotori bakteri. Jika peliharaan anda mengalami hal tersebut maka cara merawat burung murai tersebut dengan mengganti voer yang sebelumnya. Anda juga harus secara rutin mengganti minuman sehingga selalu dalam keadaan bersih. Selain itu, membersihkan kandang dari kotoran setiap hari juga sanggup meminimalisir kuman yang sanggup menyerang burung Murai Batu. 
3. Suara burung Murai Batu serak 
Jika burung anda yang biasanya aktif tiba-tiba jarang berkicau, ada kemungkinan bahwa burung tersebut sedang sakit. Sumber sakit tersebut tentunya dari tenggorokan burung yang sedang bermasalah. Hal lain yang sering terjadi dikala burung sedang sakit tenggorokan yaitu kebiasaan membuka paruhnya. Sakit tenggorokan yang dialami oleh peliharaan anda penyebabnya sangat beragam, mulai dari terlalu usang dijemur, terdapat luka pada tenggorokan alasannya ialah salah makan, dan juga terjadinya perubahan cuaca ekstrem. Cara merawat burung murai lainnya yaitu dengan memperlihatkan air perasan daun Lateng Putih yang berfungsi mengeluarkan lendir pada tenggorokan. Selain itu, memperlihatkan rebusan air daun Sirih ke dalam minuman juga sanggup dipakai sebagai obat serak dan antibiotik. 
4. Kutu pada bulu 
Bukan hanya binatang ibarat kucing saja yang sanggup mempunyai kutu, kutu-kutu juga sanggup bersemayam di bulu Murai Batu. Hal itu kalau dibiarkan saja sanggup menjadikan kerontokan dan kebotakan. Hal itu tentu akan menghilangkan keindahan dari murai kerikil milik anda. Cara merawat burung murai ibarat itu cukup gampang yaitu memandikannya dengan air bekas cucian beras. Hal itu alasannya ialah air tersebut mengandung zat-zat yang sanggup menghilangkan kutu sekaligus sanggup mengilapkan bulu Murai Batu. 
Beberapa penyakit tersebut sanggup juga menyerang murai peliharaan anda. kalau anda tidak ingin mengalaminya maka anda harus menjauhkan burung peliharaan anda dari hal-hal yang sanggup membuatnya terjangkit penyakit. Perhatikan pakan yang di konsumsi, berikan sesuai dengan kebutuhan. Jangan hingga kekurangan namun juga jangan hingga terlalu berlebih, gunakanlah dosis yang sesuai. Cara merawat burung murai yang benar akan menjaga peliharaan anda dalam kondisi yang sehat, namun kalau sudah telanjur sakit maka anda sanggup berikan perawatan khusus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *